Tari Saureka – Reka merupakan keliru satu tari yang berasal dari Maluku tengah Provinsi Maluku. antara awalnya Tarian ini dibawakan oleh para petani sagu kala panen tiba. Tari ini jadi ungkapan keceriaan dan rasa syukur antara Tuhan atas hasil panen yang melimpah. tak sekedar itu, tari ini juga dijadikan tari pergaulan untuk sosialisasi, mempererat pertalian sampai ajang pencarian jodoh. harap menyadari ulasan lengkapnya, silahkan klik di sini.
Tari Saureka – Reka
Provinsi Maluku tidak cuman populer bersama kekayaan rempah-rempahnya. Gadis-gadis di kota yang tenar bersama dengan julukan Ambon Manise ini termasuk energik dan gesit. menyaksikan saja dalam salah satu pertunjukan kesenian yang bernama Tari Saureka – Reka.
Tari Saureka – Reka merupakan salah satu tari yang berasal berasal dari Maluku lagi tengah Provinsi Maluku. antara awalannya Tarian ini dibawakan oleh para petani sagu kala panen tiba.
Tari ini jadi ungkapan keceriaan dan rasa syukur pada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. tak hanya itu, tari ini juga dijadikan tari pergaulan untuk sosialisasi, mempererat hubungan sampai ajang pencarian jodoh.
Tari Saureka – Reka dikenal terhitung bersama nama Tari Gaba-gaba. Penamaan ini merujuk antara properti tari yang digunakan yaitu pelepah pohon sagu (Metroxylon sagu Rottb) yang sering disebut gaba-gaba oleh masyarakat lokal. Maluku sendiri merupakan keliru satu provinsi penghasil sagu. Tanaman ini menjadi tidak benar satu panganan penduduk lokal.
Empat buah gaba-gaba yang digunakan didalam tarian ini dihentakan dan saling bersaing sesaat penari lain menari sambil melangkah bersama dengan gesit di pada gaba-gaba berikut Tari Saureka – Reka mengandalkan kelincahan dan ketepatan didalam langkah-langkah kaki. jikalau tidak, kaki-kaki berikut bakal terjepit didalam bilah gaba-gaba apalagi dapat membuat penari terjatuh.
Penari Saureka-reka biasanya berjumlah delapan orang, yang terdiri dari empat orang perempuan dan empat orang Laki-laki atau seluruhnya perempuan maupun lelaki kala dapat manfaatkan gaba-gaba, empat penari dapat jongkok berada secara silang, dua vertikal dan dua horizontal. tiap-tiap memegang ujung dua buah gaba-gaba.
Empat penari yang lain menari bersama gerakan memutar. Para penari melangkah ke di dalam tongkat yang beradu sesuai bersama irama. selain kelincahan dan ketepatan, para penari ini kudu memiliki stamina yang kuat dan juga konsentrasi yang tinggi. karena hentakan bilah gaba-gaba akan jadi cepat kompatibel bersama tempo musik pengiring.
Para penari Saureka-reka memakai pakaian adat dan kain khas Maluku. Kostum yang digunakan juga bisa seragam atau kostum biasa yang sesuai dengan acara yang terjadi sedangkan satu hal yang butuh diingat, bawahan yang dikenakan kudu longgar supaya memudahkan pergerakan terutama kala melompat.
Dalam Tari Saureka – Reka, instrumen yang digunakan berasal dari alat musik tifa (gendang khas Maluku), dan totobuang (gong kecil yang membuka not nada). tak hanya itu irama yang dihasilkan oleh hentakan gaba-gaba terhitung jadi pelengkap yang dapat menambah keadaan makin semarak.
Dalam perkembangannya, Tari Saureka – Reka resmikan banyak variasi baik di dalam gerakan, kostum, maupun musik pengiring. pada ERA sekarang tarian tradisional dipentaskan dalam beraneka acara tradisi pertunjukan seni, festival budaya, penyambutan tamu kehormatan, sampai promosi pariwisata.