Contents
3 sarana Wisata Religi yang mesti Dikunjungi di Kota Palembang – Palembang keliru satu kota di Indonesia yang pernah meresmikan kesultanan Islam terbesar yaitu Kesultanan Palembang. hal inilah yang buat area ini resmikan sebagian sarana wisata yang terkait bersama dengan website bersejarah agama.
3 sarana Wisata Religi yang mesti Dikunjungi di Kota Palembang
Selain Islam, ada beberapa web site sejarah religi agama lain yang dapat dikunjungi, perihal ini dikarenakan Palembang memanglah membuka keragaman dari sisi masyarakatnya. berikut sebagian wisata religi di Palembang yang dirangkum dari beraneka sumber:
1. Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang merasa masjid tertua yang terletak di Nusantara dan udah sering mengalami pembaharuan. jika dilihat berasal dari segi bentuk bangunan, Masjid Agung Palembang mencampurkan tiga kebudayaan menjadi satu, yaitu Indonesia, Eropa, dan Tiongkok.
Pada ujung menara masjid berwujud kerucut seperti tumpeng. makna tumpeng yang berwujud seperti gunung membuka arti yang di mana hubungan manusia bersama Tuhannya, bersama alamnya, serta manusia dengan sesama manusia.
Masjid Agung Palembang resmikan kegiatan yang rutin tiap tiap harinya yakni shalat rawatib lima selagi pembacaan kitab kuning oleh para Ulama dan dakwah masjid. hal selanjutnya tidak lepas dari maksud utama dibangun masjid, yaitu untuk mengenalkan Islam dan mengingat Allah.
2. Pulau Kemaro
Pulau Kemaro merupakan sarana rekreasi yang populer di Palembang dan ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Meski keberadaan Pulau Kemaro berada di tengah-tengah Sungai Musi, namun konon katanya Pulau Kemaro ini tidak pernah tenggelam meski air Sungai Musi mengalami pakai yang tinggi.
Di di dalam Pulau Kemaro terletak salah satu Klenteng Hok Tjing Rio yang dibangun sejak th. 1962. terdapat makam Pangeran Tan Bun An serta Putri Siti Fatimah yang letaknya berdampingan antara Ruang depan klenteng. Di pulau ini termasuk sudah menjadi sarana pilihan utama disaat mengadakan perayaan Cap Go Meh sehabis Hari Raya Imlek.
3. Masjid Ceng Ho
Peletakan batu pertama untuk pendirian Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Sriwijaya dilaksanakan pada bulan September 2005. Digunakannya nama Cheng Ho bukan tanpa sebab dikarenakan menurut histori Cheng Ho menyebarkan agama Islam di wilayah perdagangan yang dikunjunginya.
Masjid Cheng Ho ditambah bersama dengan dua menara yang tiap-tiap diberi nama Habluminallah (hubungan dengan Allah) dan Habluminannas (hubungan dengan Manusia).
Kedua menara Masjid Cheng Ho selanjutnya memiliki lima tingkat yang melambangkan jumlah lima saat shalat yang dilakukan di dalam sehari. Tinggi menara raih 17 mtr. angka berikut merupakan lambang dari jumlah rakaat shalat yang butuh dijalankan oleh setiap muslim di dalam sehari.