3 media Bersejarah di Sumbar yang Jangan hingga Lupa Dikunjungi – Sumatra Barat merupakan keliru satu obyek wisata yang benar-benar digemari banyak orang di Indonesia. perihal ini tidak terlepas dari potensi wisata Sumbar yang memadai lengkap, di mana nyaris semua model objek wisata ada di sini, baik berasal dari alam, budaya, kuliner hingga sejarah.

3 media Bersejarah di Sumbar yang Jangan hingga Lupa Dikunjungi

Selain nikmati keindahan alam, tidak hadir salahnya menikmati tempat-tempat bersejarah. berbagai peninggalan sejarah masih berdiri kokoh di Sumbar. berikut beberapa media bersejarah di Sumbar yang dirangkum dari beraneka sumber:

1. Museum Adityawarman

Museum ini berlokasi di jalan Diponegoro nomer 10, Belakang Tangsi, Kota Padang, Sumbar yang dibangun antara tahun 1974 dan diresmikan antara 16 Maret 1977. Nama Adityawarman digunakan sebagai penghormatan terhadap Raja Pagaruyung abad XIV Masehi.

Museum ini kondang dan sering disebut-sebut sebagai Taman Mini-nya Kota Padang. Di sarana bersejarah ini banyak menyimpan benda-benda peninggalan histori yang terlalu punya nilai terasa berasal dari arsip dan dokumen hingga pengenalan kebudayaan Minangkabau.

2. Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya yang membentang sepanjang 156 meter ini dibangun di atas Muara Batang Arau. Jembatan ini menghubungkan Kota Tua Padang bersama lokasi Taman Siti Nurbaya yang merupakan sarana pemakaman Siti Nurbaya.

Waktu paling baik untuk mendatangi tempat ini adalah sore hari menjelang petang. agar dapat memirsa keindahan sunset yang mempesona Banyak penduduk Padang yang menghabiskan waktunya nikmati keindahan berasal dari media ini.

3. Benteng Fort de Cock

Benteng ini terletak di Kota Bukitinggi. Zaman dahulu Bukitinggi terhitung dikenal bersama sebutan Fort de Kock. Benteng ini didirikan pada tahun 1825 oleh Kapten Bauer sewaktu mulai komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda untuk antisipasi melawan serangan rakyat.

Hingga kala ini, Benteng Fort de Kock tetap mulai saksi bisu angkuhnya penjajahan Belanda yang pada saat itu berkuasa atas Minangkabau dan sisa-sisanya tetap terlihat berasal dari bangunan setinggi 20 mtr. dengan warna cat putih dan hijau ini.

By Stephen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

orang gila togel